Poinyang pertama adalah adalah sistem keluarga dalam suku Sunda bersifat bilateral, garis keturunan ditarik dari pihak bapak dan ibu. Pada keluarga Sunda, bapak yang bertindak sebagai kepala keluarga. Ikatan kekeluargaan yang kuat dan peranan agama Islam yang sangat mempengaruhi adat istiadat mewarnai seluruh sendi kehidupan suku Sunda. Buku Adat Istiadat Sunda, Oleh: H. Hasan Mustafa, M. Maryati Sastrawijaya, Penerbit: Alumni, Harga: Rp45.000 Bukuini menyajikan lengkap tentang adat-istiadat orang sunda sperti : adat orang ngidam, menjaga orang hamil, melahirkan, khitanan, menikah, kematian, dan membagi warisan. Adat-adat lainnya yang dibahas yaitu pertanian di Priangan , sesuatu yang ditakuti manusia, waktu-waktu yang dimuliakan, tatakesopanan, kebijaksanaan, tabu, jimat dan Negara masyarakat adat dan kearifan lokal oleh: Rachmad Syafa'at Terbitan: (2008) Adat istiadat orang Sunda oleh: MUSTAFA, R. H. Hasan Terbitan: (1985) Deskripsiadat istiadat keluargamu . sarbejo Bersifat mengikat satu keluarga, sudah sejak lama dilakukan oleh keluarga dan harus dipatuhi. maaf kalo salah . Contoh adat istiadat sunda Answer. Recommend Questions. 085735576247 May 2021 | 0 Replies . buatlah cerpen bahasa indonesia 1 lembar? tolong bantu ya. eesterchandra62 May 2021 | 0 Replies . ADATISTIADAT SUKU SUNDA Oleh : KELOMPOK 1 NAMA ANGGOTA : 1. FREZA DWI A. 2. NABILA KH Adatistiadat Sunda oleh: Hasan Mustafa, R.H., 1943- Terbitan: (1996) Adat istiadat sunda oleh: Hasan Mustapa Terbitan: (2010) Opsi Pencarian lBzBC. - Indonesia memiliki banyak suku yang tersebar di berbagai daerah. Keunikan suku-suku ini yaitu memiliki budaya yang khas dan sering kali berbeda dengan suku lainnya. Kekhasan tersebut lantas menjadikan setiap suku memiliki kearifan lokal dalam kehidupan bermasyarakat. Istilah kearifan lokal kerap diserupakan dengan kebijakan setempat local wisdom, pengetahuan setempat local knowledge, atau kecerdasan setempat local genious.Kearifan lokal adalah semua bentuk keyakinan, pemahaman, atau wawasan serta adat kebiasaan atau etika yang menuntun perilaku manusia dalam kehidupan di dalam komunitas ekologis Keraf, 2002. Kearifan lokal menjadi sebuah sarana mengolah kebudayaan dan mempertahankan diri dari kebudayaan asing yang tidak baik. Kearifan lokal menjadi pandangan hidup, ilmu pengetahuan, dan berbagai strategi dengan wujud aktivitas yang dilakukan masyarakat lokal. Bentuk kearifan lokal cukup beragam. Ia tertuang dalam adat istiadat, tata aturan/norma, budaya, bahasa, kepercayaan, hingga kebiasaan sehari-hari. Adanya kearifan lokal ini membuat kehidupan bermasyarakat lebih bernilai. Kearifan Lokal Masyarakat Sunda dan Contohnya Suku Sunda mendominasi wilayah Provinsi Jawa Barat. Fakta ini terlihat dari bahasa daerah yang dipakai mayoritas warga di provinsi itu, yakni bahasa Sunda. Di masyarakat Sunda, banyak kearifan lokal berkembang serta beragam, baik berkaitan dengan petuah kehidupan, menjaga alam, dan lain sebagainya. Dalam hal petuah hidup, misalnya, masyarakat Sunda memiliki kearifan lokal berupa nukilan atau kutipan. Nukilan ini berhubungan dengan anjuran dan larangan dalam hidup bermasyarakat. Nukilan sebagai salah satu kearifan lokal yang menjadi peninggalan peradaban masa lalu. Menurut Sudjana dan Sri Hartati, dalam Nukilan Kearifan Lokal Suku Sunda Berupa Anjuran dan Larangan PESAT, 2011, setidaknya ada 317 nukilan yang berkembang di masyarakat Sunda. Semuanya dapat diklasifikasikan berupa anjuran dan larangan, yang sebagian besar bersumber dari naskah klasik ataupun sumber tertulis lainnya. Contoh nukilan anjuran yaitu "Indung suku ge moal dibejaan" yang berarti "Ibu jari pun tak akan diberi tahu." Nukilan ini adalah anjuran untuk berkomitmen saat menjaga rahasia ketika seseorang diberikan amanah untuk hal itu. Sementara itu contoh nukilan larangan yaitu "Dikungkung teu diawur, dicangcang teu diparaban Dikurung tidak dirawat, diikat tidak diberi makan". Petuah ini ditujukan pada suami yang tidak merawat istrinya dengan menafkahinya. Setiap suami yang punya tanggung jawab tidak akan memperlakukan istri seperti itu. Kearifan lokal suku Sunda lainnya terlihat dari budaya mengurangi risiko bencana. Masyarakat Sunda memiliki bangunan rumah bambu tahan gempa. Dalam sebuah eJurnal UPI disebutkan, bahan rumah ini 80 persen memakai bambu dan bahan alami lainnya. Ketahanannya bahkan mencapai lebih dari 20 tahun dan masih kokoh. Kelebihan rumah bambu khas Suku Sunda yaitu tahan terhadap guncangan saat gempa. Bambu memiliki sifat fleksibel dan lentur. Jika saja rumah bambu roboh akibat gempa, risiko korban jiwa juga lebih rendah dibanding kasus serupa di rumah tembok. Contoh kearifan lokal masyarakat Sunda lainnya diulas di artikel "Kearifan Lokal Masyarakat Sunda dalam Memitigasi Bencana dan Aplikasinya sebagai Sumber Pembelajaran IPS Berbasis Nilai," yang dimuat Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 14, No 2, 2014 terbitan LPPM ilmiah karya Enok Maryani dan Ahmad Yani tersebut merupakan hasil riset di enam lokasi komunitas adat di Jawa Barat dan lokasi penelitian kearifan lokal itu adalah Desa Pangandaran Pangandaran, Jawa Barat; Kampung Kuta Ciamis, Jawa Barat; Kampung Naga Tasikmalaya, Jabar; Desa Kanekes Lebak, Banten; dan Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi, Jawa Barat.Di antara kearifan lokal yang ditemukan dalam penelitian itu adalah Konsep Leuweung Kolot yang mirip dengan konsep hutan lindung sebagai kawasan yang sama sekali tidak boleh dimasuki. Selain itu ada konsep Leuweung Larangan yang mirip dengan hutan penyangga yaitu hutan yang dilarang dirambah atau dibuka tetapi masih boleh dimasuki dengan seizin para ketua Kanekes, Leuweung Larangan digunakan sebagai lokasi pemahaman para pu’un atau ketua adat sehingga menambah kewibawaan lokal di masyarakat Jawa Barat Sunda juga bisa ditemukan di sejumlah dongeng yang mengandung nilai-nilai yang positif untuk membentuk karakter anak-anak. Contoh cerita rakyat yang sering didongengkan kepada anak-anak di masyarakat Sunda misalnya, ialah dongeng sasakala gunung tangkuban parahu, dongeng si kabayan, dongeng kancil dan kura-kura, serta banyak lainnya. Dongeng-dongeng itu mengandung pesan-pesan moral yang bisa dijadikan cerminan anak-anak dalam menjalani hidup, demikian dijelaskan dalam salah satu karya ilmiah terbitan Badan Bahasa, Kemdikbud. Peribahasa yang hidup di masyarakat Sunda Jawa Barat juga banyak yang memuat nilai-nilai kearifan lokal. Sejumlah contohnya diulas artikel ilmiah "Nilai Kearifan Lokal dalam Peribahasan Sunda Kajian Semiotika" karya Siti Kodariah dan Gugun Gunardi yang dimuat Jurnal Patanjala Vol 7, No 1, 2015 terbitan Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat. Contoh kearifan lokal Sunda termuat dalam peribahasa "cul dogdog tinggal igel" yang mengandung ajaran moral bahwa orang yang serakah dan lupa diri akan tercela di masyarakat dan dianggap tidak bertanggung lokal Sunda lainnya ada di peribahasa "nété tarajé nincak hambalan" yang mencerminkan pandangan mengenai ketertiban dan kedisiplinan dalam mencapai suatu maksud yang diinginkan. - Pendidikan Kontributor Ilham Choirul AnwarPenulis Ilham Choirul AnwarEditor Addi M Idhom Deskripsi - Suku Sunda merupakan kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa. Suku Sunda merupakan suku kedua terbesar di Indonesia yang mencakup wilayah provinsi Jawa Barat, Jakarta, Banten dan Lampung. Tidak begitu heran jika orang-orang sunda lebih banyak dijumpai sekalipun di perantauan. Jumlah populasinya menginjak 34 juta jiwa pada tahun 2003 dapat diartikan bahwa suku ini mendominasi wilayah Indonesia. Begitu banyak nilai-nilai adat yang diwariskan nenek moyang. Termasuk adat istiadat yang akhirnya menjadi sebuah kebiasaan’ di suatu daerah. Suku Sunda memiliki ragam budaya yang menjadi identitas mereka. Mayoritas suku ini beragama Islam namun ada juga sebagian kecil yang beragama Kristen, Hindu bahkan Sunda Wiwitan. Baca Gunung BromoSejarah Suku Sunda dikenal dengan Tatar Pasundan meliputi wilayah bagian barat pulau Jawa dimana sebagian besar wilayahnya masuk provinsi Jawa Barat dan Banten. Berasal dari akar kata sund atau suddha dalam bahasa Sanskerta yang berarti bersinar, terang dan putih. Karakter masyarakat sunda sudah dijalankan sejak zaman kerajaan. Berupa cageur sehat, bageur baik, bener benar, singer mawas diri, dan pinter cerdas menjadi jalan menuju keutamaan hidup. 1 Karakter ini sudah ditanamkan sejak zaman Salaka Nagara tahun 150 Masehi sampai ke Sumedang Larang Abad ke- 17 dan sudah membawa kemakmuran dan kesejahteraan lebih dari 1000 tahun. Sunda adalah kebudayaan masyarakat yang tinggal di wilayah barat pulau Jawa dengan berjalannya waktu sudah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Sebagai suatu suku, bangsa Sunda adalah cikal bakal berdirinya peradaban di Nusantara, di mulai dengan berdirinya kerajaan tertua di Indonesia, yakni Kerajaan Salakanagara dan Tarumanegara sampai ke Galuh, Pakuan Pajajaran, dan Sumedang Larang. Kerajaan Sunda adalah kerajaan yang cinta damai, selama pemerintahannya tidak melakukan ekspansi untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Keturunan Kerajaan Sunda sudah melahirkan kerajaan- kerajaan besar di Nusantara diantaranya Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, Kerajaan Mataram, Kerajaan Cirebon, Kerajaan Banten, dan lain-lain. Baca Suku TenggerPakaian Adat Dalam gaya berpakaian, masyarakat suku Sunda mengenal beberapa jenis baju adat yang didasarkan pada fungsi, umur, atau tingkatan sosial kemasyarakatan pemakainya. Berdasarkan tingkat strata sosial pemakai misalnya, pakaian adat Jawa Barat bisa dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu pakaian rakyat biasa jelata, kaum menengah, dan para bangsawan. Pakaian Adat untuk Rakyat Biasa Bagi rakyat biasa yang identik dengan profesi sebagai petani, laki-laki sunda pada masa silam mengenakan celana komprang atau pangsi yang dilengkapi dengan sabuk kulit atau kain. Sebagai atasan, baju kampret atau baju salontren yang dilengkapi dengan sarung poleng yang diselempangkan menyilang di bahu. Pakaian tersebut dielngkapi dengan penutup kepala yang bernama ikat logen model hanjuang nangtung atau barangbang semplak dan alas kaki berupa tarumpah atau terompah dari kayu. 2 Untuk para wanita, pakaian adat yang dikenakan berupa kain batik yang panjang sarung kebat. Atau yang punya nama lain yaitu Sinjang Bundel sebagai bawahan dipakai sebagaimana rok sampai betis. Kemudian juga memakai beubeur sejenis ikat pinggang, kamisol, dan kebaya dilengkapi dengan selendang motif batik. Dan untuk alas kaki itu mengenakan sandal jepit. 3 Pakaian Adat untuk Rakyat Menengah Para lelaki/pria selain memakai baju yang berwarna putih, alas kaki sandal tarumpah, kain kebat batik, sabuk beubeur, dan ikat kepala, mereka juga menggunakan rantai emas arloji yang akan digantungkan pada saku baju sebagai kelengkapan dalam berbusana. Sedangkan bagi para wanita yang menggunakan pakaian adat, pakaian adat Jawa Barat yang digunakan oleh seorang wanita ini adalah kebaya yang penuh dengan ber-aneka warna sebagai atasan. Kain kebat dengan ber-aneka corak-corak sebagai bawahan, ikat pinggang beubeur, selendang yang berwarna, alas kaki seperti selop, dan perhiasan berupa gelang, kalung, cincin yang dibikin dari emas dan perak. 4 Pakaian Adat untuk Bangsawan Bagi para bangsawan atau menak, pakaian yang dipakai adalah simbol keagungan. Oleh sebab itu, dari segi desain, pakaian ini terlihat sebagai pakaian adat Jawa Barat yang paling rumit dan estetik. Bagi para pria bangsawan, pakaian adat Sunda yang mereka kenakan terdiri dari jas tutup berbahan beludru hitam yang disulam benang emas menyusuri tepi dan ujung lengan, celana panjang dengan motif sama, kain dodot motif rengreng parang rusak, benten atau sabuk emas, bendo untuk tutup kepala, dan selop hitam sebagai alas kaki. Sedangkan untuk para wanita, pakaian adat Jawa Barat yang dikenakan kebaya beludru hitam bersulam benang emas, kain kebat motif rereng, dan alas kaki berupa sepatu atau selop berbahan beludru hitam bersulam manik-manik. Tak lupa beberapa pernik perhiasan juga dikenakan seperti tusuk konde emas untuk rambut yang disanggul, giwang, cincin, bros, kalung, gelang keroncong, peniti rantai, dan beberapa perhiasan lain yang terbuat dari emas bertahta berlian. Pakaian Adat Pengantin Sunda Untuk keperluan upacara adat perkawinan, para pengantin adat Sunda akan mengenakan pakaian khusus yang dinamai pakaian Pengantin Sukapura. Pakaian ini untuk mempelai pria berupa jas tutup berwarna putih yang dilengkapi ikat pinggang warna putih, kain rereng sebagai bawahan, tutup kepala bendo motif rereng pula, dan selop berwarna putih. Untuk hiasannya, kalung panjang dari bunga melati dan keris atau kujang sebagai senjata tradisionalnya. Sementara untuk mempelai wanita, atasannya berupa kebaya brukat warna putih, bawahan berupa kain rereng eneng, benten atau ikat pinggang warna emas, dan alas kaki selop warna putih. Adapun hiasannya berupa perhiasan kilat bahu, kalung panjang, gelang, bros, giwang, dan cincin, serta sanggulan rambut yang dilengkapi hiasan siger subadra lima untaian bunga sedap malam mangle, dan tujuh buah kembang goyang. Raisa, Hamish, Nagita dan Raffi Seni Tari Tari Ketuk Tilu Tarian ini merupakan suatu tarian pergaulan dan sekaligus hiburan yang biasanya diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan penutup kegiatan atau diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas. Pemunculan tari ini di masyarakat tidak ada kaitannya dengan adat tertentu atau upacara sakral tertentu tapi murni sebagai pertunjukan hiburan dan pergaulan. Oleh sebab itu tari ketuk tilu ini banyak disukai masyarakat terutama di pedesaan yang jarang kegiatan hiburan. Tari Jaipong Tari Jaipong atau Jaipongan ialah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. Jaipongan sebenarnya adalah tarian yang sudah mengalami modernisasi karena merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yakni Ketuk Tilu. Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula, yaitu Degung. Musik ini adalah kumpulan beragam alat musik seperti Kendang, Go’ong, Saron, Kacapi, dan sebagainya. Ciri khas dari Tari Jaipong ini ialah musiknya yang menghentak. Alat musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok. Sebagai tarian yang menarik, Jaipong sering dipentaskan pada acara-acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan. Selain tari Ketuk Tilu dan Jaipongan, ada juga seni lain seperti Tari Merak dan Tari Topeng. Baca Tari SamanAlat Musik Angklung Angklung sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khusus yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian lokal atau tradisional. Calung Alat musik Sunda yang satu ini merupakan prototipe dari alat musik angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara memainkan calung ialah dengan memukul batang wilahan, bilah dari ruas-ruas tabung bambu yang tersusun menurut titi laras tangga nada pentatonik da-mi-na-ti-la. Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung bambu hitam, namun ada pula yang dibuat dari awi temen bambu yang berwarna putih. Kacapi Suling Kesenian Sunda yang satu ini memadukan suara alunan Suling dengan Kacapi kecapi, iramanya sangat merdu yang biasanya diiringi oleh mamaos tembang Sunda yang memerlukan cengkok/ alunan tingkat tinggi khas Sunda. Kacapi Suling berkembang pesat di daerah Cianjur dan kemudian menyebar kepenjuru Parahiangan Jawa Barat dan seluruh dunia. Alat musik Degung khas sunda. Sistem Kekerabatan Sistem kekerabatan masyarakat Sunda adalah bilateral garis keturunan ayah ataupun ibu. Sistem kekerabatan dan perkawinan dilakukan secara Islam. Bentuk keluarga yang terkenal ialah keluarga batih, yakni suami, istri, dan anak-anak. Di Sunda mengenal tujuh generasi ke atas dan ke bawah sebagai berikut. Tujuh generasi ke atas kolot, embah, buyut, bao, jangga wareng, udeg-udeg, dan gantung siwur. Tujuh generasi ke bawah anak, incu, buyut, bao, jangga wareng, udeg-udeg, dan gantung siwur. Baca GamelanBahasa Bahasa yang dipakai oleh suku ini adalah bahasa Sunda. Bahasa Sunda ialah bahasa yang diciptakan dan dipakai sebagai alat komunikasi oleh Suku Sunda, dan sebagai alat pengembang serta pendukung kebudayaan Sunda itu sendiri. Selain itu bahasa Sunda adalah bagian dari budaya yang memberi karakter yang khas sebagai identitas Suku Sunda. Baca Suku MinangkabauMakanan Khas Sebagai salah satu suku yang memiliki daerah persebaran yang cukup luas, Suku Sunda memiliki banyak makanan tradisional. Mayoritas daerah sunda di daerah banten dan jawa barat, beberapa makanan yang terkenal dari daerah ini adalah Peuyeum Peuyeum dalam bahasa Indonesia di sebut tape. Peuyeum terbuat dari singkong yang di kukus kemudian didinginkan dan ditaburi ragi khusus. Setelah itu difermentasikan hingga menjadi tape. Balok Menes Balok menes adalah makanan khas sunda yang ada di daerah Menes, Pandeglang, Banten. Balok menes sendiri terbuat dari singkong dan parutan kelapa yang sudah di jadikan serundeng. Kue balok ini ada dua macam, yaitu balok cioda dan balok menes. Balok Menes, makanan khas sunda asal Pandeglang, Banten. Nasi Tutug Oncom Nasi tutug oncom adalah nasi khas dari daerah sunda, tepatnya di daerah tasikmalaya. Nasi tutug oncom adalah nasi yangdi campur oncom yag di goring atau di bakar. Seperti namanya preoses pencampuran nasi dengan cara di tumbuk hingga di kenal dengan nama nasi tutug. Sorabi Hijau Sorabi hijau adalah makanan khas sunda yang ada di Rengasdengklok, Karawang. Serabi hijau ini berbeda dengan serabi – serabi lainnya, bahan pembuatannya juga sedikit berbeda yang di tambahkan daun suji. 2Rumah Adat Berdasarkan bentuk atapnya, rumah adat sunda terbagi atas beberapa macam. Masing-masingnya memiliki nama yang berbeda-beda, yaitu Jolopong, Perahu Kumureb, Julang Ngapak, Badak Heuay, Tagog Anjing, dan Capit Gunting. Dari beberapa macam bentuk tersebut, Jolopong adalah yang paling sederhana dan banyak dijumpai di daerah-daerah cagar budaya atau desa-desa. Jolopong ini memiliki atap dengan bentuk seperti pelana dan memanjang. Dapat dikatakan, atap rumah Jolopong ini sangat sederhana tanpa pernak-pernik atau lekukan yang rumit. Bentuk Jolopong sendiri memiliki dua bidang atap. Kedua bidang atap ini dipisahkan oleh jalur suhunan di tengah bangunan rumah. Batang suhunan sama panjangnya dan sejajar dengan kedua sisi bawah bidang atap yang sebelah menyebelah, sedangkan lainnya lebih pendek dibanding dengan suhunan dan memotong tegak lurus di kedua ujung suhunan itu Ruang Jolopong terdiri atas ruang depan yang disebut emper atau tepas; ruangan tengah disebut tengah imah atau patengahan; ruangan samping disebut pangkeng kamar; dan ruangan belakang yang berisi dapur yang disebut pawon dan tempat menyimpan beras yang disebut padaringan. Tepas berfungsi untuk menerima tamu. Dulu tepas ini di biarkan kosong tanpa perabotan, baru jika ada tamu yang datang empunya rumah akan menggelar tikar sebagai tempat duduk para tamu. 5 Jangan lupa subscribe channel YouTube TribunnewsWIKI Official ya! Silsilah keluarga dalam bahasa sunda atau istilahnya disebut dengan pancaki sunda adalah suatu sistem yang menggambarkan hubungan antar keluarga. Dalam bangsa maupun bahasa budaya asing juga sebenarnya silsilah nama kekeluargaan ini memiliki pola-pola yang hampir sama, akan tetapi susah untuk juga 40+ Istilah Patukangan Bahasa Sunda Contoh Kalimat dan PertanyaanDalam adat istiadat masyarakat sunda, pancakaki atau istilah nama keturunan dalam keluarga ini mempunyai dua arti, dimana masing-masing memiliki arti1. Pancakaki téh hartina pernahna jalma nyebut ka jalma deui anu sakulawarga atawa anu kaasup baraya kénéh. Upamana baé, kumaha panca kakina si Andi ka si Wahyu, naha kaasup aki, paman, bibi, anak, incu, buyut. alo, suan, atawa Pancakaki téh hartina mapay perenahna kabarayaan dina hubungan kakaluargaan, perenahan jelema ka jelema deui anu sakulawarga atawa anu ka asup baraya Keluarga Dalam Bahasa sunda Pancakaki SundaSelain belajar kosa kata dengan panca kaki ini, kita juga sekaligus tahu dan mengenal nama istilah dari sebutan nama-nama anggota keluarga kita yang ada dalam bahasa sunda, mulai dari keluarga inti, keluarga besar hingga keluarga kandung, saudara dan itilah-istilah dalam keluarga juga 100+ Nama Hewan Dalam Bahasa Sunda Lengkap Dan KalimatnyaNah, selain hubungan keluarga kandung ini, tentunya terdapat juga hubungan kekeluargaan secara turun temurun contohnya seperti ke atas ada kakek, nenek uyut, serta hubungan keluarga ke samping seperti ada paman, bibi, dan sepupu, dan yang lainnya. Berikut, dibawah ini ada beberapa silsilah dalam panca kaki bahasa sunda Kekeluargaan KeatasNomerNama IstilahArtinya01BapaAyah02IndungIbu03AkiKakek, ayah dari ayah atau ibu04NiniNenek, ibu dari ayah atau ibu05UyutAyah atau ibu dari kakek atau nenek06BaoAyah atau ibu dari uyut07Jangga WaréngAyah atau ibu dari bao08Udeg-udegAyah atau ibu dari janggawaréng09Kakait siwurAyah/ibu dari udeg-udeg10KaruhunSilsilah ke atas yang sudah meninggal11SesepuhSilsilah ke atas yang masih hidupIstilah Kekeluargaan KebawahNomerNama IstilahArtinya01Anakturunan kahijiturunan pertama02Incuturunan kadua, anak ti anak cucu, turunan kedua, anak dari anak03Buyutturunan katilu, anak ti incu cicit, turunan ketiga, anak dari cucu04Baoturunan kaopat, anak ti buyut turunan keempat, anak dari buyutIstilah Kekeluargaan KesampingNomerNama IstilahArtinya01LanceukAbang atau kakak, saudara laki-laki atau perempuan yang lebih tua02AdiAdik, saudara laki-laki atau perempuan yang lebih muda03UwaSaudara laki-laki atau perempuan yang lebih tua abang atau kakak dari ayah atau ibu04Emang, Mamangsaudara laki-laki yang lebih muda adik dari ayah atau ibu05BibiAdiknya bapak ibu06AloKeponakan, anak dari adik07SuanKeponakan, anak dari bag kakak08KapilanceukSepupu, anak abang atau kakak dari ayah atau ibu09KapiadiSepupu, anak adik dari ayah atau ibuIstilah Kekeluargaan yang ada hubungannya dengan PerkawinanNomernama IstilahArtinya01SalakiSuami02PamajikanIstri03MitohaMertua04Lanceuk BeuteungAbang atau kakak ipar, abang atau kakak kandung dari suami/istri05Adi beuteungAdik ipar, adik kandung dari suami atau istriIstilah Nama AnakNomerNama IstilahArtinya01TunggalAnak tunggal02CikalAnak sulung, anak yang lahir pertama03PanengahAnak tengah, anak yang lahir tengah-tengah04Pangais BungsuAbang atau kakak dari anak bungsu, urutan kedua dari bawah05BungsuAnak bungsu, anak yang lahir terakhirIstilah Kekeluargaan LainnyaNomerNama IstilahArtinya01Lanceuk SabraynaAbang atau kakak sepupu yang masih satu turunan dari kakek atau nenek02Adi SabraynaAdik sepupu yang masih satu turunan dari kakek atau nenek03Dulur pet ku hinisSaudara kandung, saudara satu ibu dan satu bapak04Dulur SabarayaDulur pisan, anakna emang atau bibi dan ua05Dulur TegesSaudara asli seibu sebapa06Indung téréIstri dari bapak yang bukan melahirkan kita07Bapa TéréBapak dari Ibu yang bukan melahirkan kita08Dulur PatétéréanAnak indung atau bapa téré09Baraya LaérBaraya anu nurutkeun pancakaki geus jauh10Teu hir teu walahirTeu baraya saeutik-eutik acan11Bau-bau sindukBaraya kénéh sanajan geus laér12BarayaSakur anu aya panca kakina13BésanIndung atau bapana minantu14DahuanSalaki atawa pamajikanna lanceukNah, dari daftar tabel di atas sekarang kita sudah tahu silsilah hubungan keluarga dalam bahasa sunda. Selain itu, kita juga supaya lebih tahu kosa kata anggota keluarga dalam bahasa sunda lainnya, kamu bisa belajar banyak tambahan materi belajar dari kandaga kecap ini. Semoga bermanfaat! 0% found this document useful 0 votes109 views10 pagesDescriptionmakalah adat istiadat sundaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes109 views10 pagesAdat Istiadat SundaJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. 0% found this document useful 0 votes288 views5 pagesDescriptionTradisi SundaOriginal TitleAdat Istiadat di SundaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes288 views5 pagesAdat Istiadat Di SundaOriginal TitleAdat Istiadat di SundaJump to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

deskripsi adat istiadat keluargaku sunda